Aplikasi ‘Kerjalokal’, Upaya Pengentasan Kemiskinan Via Ponsel11.04.10


JAKARTA – Upaya pengentasan kemiskinan di negara-negara berkembang terus digalakkan. Berbagai upaya pun dilakukan termasuk mendorong pengentasan kemiskinan dengan penetrasi teknologi.
 
Di indonesia, langkah ini dilakukan dengan program Village Phone yang telah digelar sejak tiga tahun lalu oleh Qualcomm Wireless Reach Initiative, Grameen Foundation, Bakrie Telecom dan Rekan Usaha Mikro Anda (Ruma). Program Village Phone, tiap tahun kian berkembang dan terus berevolusi.

“Dulu mungkin hanya seperti wartel, yang menyediakan fasilitas telekomunikasi tapi sekarang seiring penetrasi ponsel yang kian berkembang kami pun akan mencoba project yang dapat mendorong pengentasan kemiskinan,” kata Budiman Wikarsa, CEO PT Ruma, di Jakarta, Rabu (3/11/2010).

Budiman menjelaskan salah satu pilot project yang sedang dikembangkan adalah pengembangan aplikasi ‘kerja lokal’ di ponsel. Lewat aplikasi ini para komunitas yang terlibat di Village Phone dapat menjual sejumlah informasi seperti info kerja-kerja informal kepada masyarakat.

“Dulu kami hanya membina orang agar berjualan pulsa tapi nantinya selain pulsa mereka juga bisa memberikan info, mungkin aplikasi ini akan tersedia awal tahun 2011,” kata Budiman.

Di wilayah yang dibina Ruma, seperti di Tangerang, Bekasi, dan Serang saat ini ada sekira 5000 micro enterpreuner yang jaring.

“85 persen diantaranya adalah perempuan dan mereka yang saat ini berjualan pulsa memiliki sekira 345 ribu pelanggan,” kata budiman

Aplikasi ‘kerja lokal’ nantinya juga akan dibenamkan di produk-produk ponsel yang dibundling dengan layanan Bakrie Telecom.

“Saat ini kami masih mengkalkulasikan biaya untuk pengembangan pilot project ini. Masyarakat bisa berbagi informasi, lewat aplikasi ini, kami menyediakan konten dan mengelola kontennya,” kata budiman. (srn)


Profil BSC Rental Komputer |

Posted in Beritawith No Comments →

Indocomtech Bawa Berkah Bagi Monitor AOC11.04.10


JAKARTA – Semua vendor IT, komputer dan elektronik turut memeriahkan pameran Indocomtech 2010, tidak terkecuali vendor monitor asal Taiwan, AOC.

Pihak AOC mengklaim dalam kurun satu hari, di hari pertama pameran tersebut, sebanyak 300 monitor AOC telah laku terjual. Bahkan pihak AOC sebelumnya tidak menduga jika antusiasme pengunjung demikian besar, khususnya bagi perangkat monitor.

“Monitor yang paling diminati konsumen adalah LED Razor e943fw. Dari keseluruhan seri monitor yang kami bawa ke Indocomtech, kami menargetkan sekira 2.000 unit akan laku terjual hingga akhir pameran, pada 7 November nanti,” ujat Dina selaku Marketing Regional AOC, di Jakarta, Rabu (3/11/2010).

Monitor LED Razor e943fw sendiri, diakui Dina, memiliki keunggulan dari sisi desain. Bahkan monitor ini diklaim paling tipis di dunia karena hanya memiliki ketebalan sekira 12.9 mm. Layarnya cukup ramah lingkungan dengan konsumsi energi yang cukup rendah. Tidak heran jika layar tersebut memiliki sertifikat Eco.

“Monitor berukuran 19 inci ini dibanderol seharga Rp1.3 juta. Ini harga pameran, makanya dengan berbagai kelebihan dan harga yang kompetitif, monitor ini paling laris,” ucap Dina.

Monitor lainnya yang diminati konsumen adalah 931sn. Monitor ini didedikasikan untuk pasar corporate dan dijual dengan harga Rp1.19 juta.

Dalam pameran Indocomtech kali ini, AOC memamerkan 12 tipe monitor yang memiliki berbagai kelebihan masing masing. 12 monitor tersebut menjadi modal AOC untuk berkompetisi di pasar dan mempertahankan posisi lima besar di pasar monitor.

“2010 ini marketshare kami 10 persen. Sebelumnya di 2009 hanya 5 persen. Jadi ada kenaikan sebanyak 100 persen. Target kami di 2011 sekira 20 persen,” tandas Dina. (srn)


Profil BSC Rental Komputer |

Posted in Beritawith No Comments →

Jakarta Tak Butuh Penguat Sinyal Telekomunikasi11.04.10


JAKARTA – Warga di wilayah Jabodetabek sebaiknya tak menggunakan alat penguat sinyal atau repeater karena sinyal di wilayah tersebut dianggap sudah cukup mumpuni. Banyaknya penggunaan alat penguat sinyal di rumah-rumah warga justru akan mengganggu sinyal warga di sekitarnya.

“Jika sinyal lemah memang bisa pakai repeater tapi kalau sudah kuat sinyalnya, ya, tidak perlu. Kalau di desa mungkin masih bisa dimaklumi tapi kalau di jakarta yang sinyal sudah kuat, tidak perlu,” kata anggota BRTI, Heru Sutadi, Rabu (3/11/2010).

Yang jelas, lanjut Heru, penggunaan frekuensi tidak bisa sembarangan harus berijin.

“Meski memang ada pengecualian dimana 2,4 GHz dan yang akan juga dibuka 5,8 GHz dengan ijin kelas,” kata Heru.

Yang dikhawatirkan dari penggunaan secara sembarang adalah interferensi sebab frekuensi mungkin sudah dialokasikan pada operator tertentu.

“Ini perlu dilihat secara lebih dalam apakah mengganggu frekuensi operator eksisting,” kata Heru.

Kalau mengganggu, lanjut Heru, perlu ditertibkan bila perlu antaroperator perlu koordinasi karena jika bukan/tanpa ijin, ya urusannya pidana.

“Perlu dilihatnya case by case,” tandas Heru.

Dijelaskan Heru, repeater itu sesungguhnya stasiun pengulang. Sinyal yang lemah diproses kembali dan diperkuat untuk kemudian dipancarkan kembali.

“Repeater itu istilah yang luas bisa dipakai untuk serat optik Satelit pun repeater, Perlu dilihat case by case,” kata Heru.

Untuk mencapai daerah remote, yang jaraknya jauh, microwave pasti butuh repeater, Yang di gedung-gedung repeater diperlukan untuk BTS picocell

“Kalau tidak akan blankspot jika kita di dalam gedung. Perlu dilihat kegunaan nya apa dulu,” tandas Heru. (srn)


Profil BSC Rental Komputer |

Posted in Beritawith No Comments →

Telkom dan SK Telecom Bentuk Perusahaan Musik Digital11.04.10


JAKARTA - PT Telkom membuat perusahaan patungan dengan SK Telecom Korea. Perusahaan tersebut dinamai MelOn (Melody On) yang bergerak di layanan musik digital.

Selain menyediakan musik-musik berkualitas untuk didownload, MelOn juga memungkinkan streaming musik tak terbatas. Pengoperasiannya didukung kemampuan ICT Telkom dan kemampuan manajeman pengelolaan bisnis musik selama bertahun-tahun yang dilakukan oleh SK Telecom di pasar musik online Korea.

Dengan total investasi senilai Rp 51 Miliar, dan total penguasaan saham 51 persen melalui anak perusahaan Metra, Telkom akan mengambil peran pemasaran dan penjualan layanan di pasar domestik, penyediaan jaringan, billing, dan bundling produk. Telkom juga akan memanfaatkan posisi brand-nya yang dominan dan strategis untuk mengembangkan sinergi antarperusahaan dalam Telkom Group sekaligus memanfaatkan kapasitas saluran distribusinya yang kuat.

Di sisi lain, SK Telecom dengan kepemilikan saham 49 persen, dengan nilai investasi sebesar Rp49 Miliar, berencana akan mendukung dengan mengerahkan kemampuan manajemennya yang solid dalam membangun platform bisnis DCEH (Digital Content Exchange Hub), menyediakan sumber-sumber konten digital dan mengelola operasional layanan.

PT MelOn Indonesia diharapkan akan menciptakan sebuah model bisnis baru yang diharapkan dapat memuaskan seluruh stakeholders bisnis konten, dari pelanggan hingga operator layanan seperti toko-toko musik online dan operator-operator layanan kabel dan nirkabel, dengan memanfaatkan kemampuan ICT dan pengalaman yang mumpuni di bisnis tersebut

Di masa depan MelOn diharapkan menjadi trend setter dalam hal konsumsi musik di kalangan para pengguna di Indonesia melalui teknologi yang maju dan fitur-fitur menyenangkan yang menunjukkan keunggulan bersaing di antara para pemain lokal di Indonesia. Kekuatan kompetitif utama MelOn Indonesia adalah mampu menyediakan semua jenis musik, termasuk lagu-lagu Indonesia dan Internasional (Pop Amerika/Inggris), bahkan lagu-lagu Korea, Jepang, dan China. Melalui layanan ini para pengguna dapat men-download atau mendengarkan semua lagu tadi sesukanya selama periode berlangganan (dengan biaya hanya Rp 30 ribu per bulan), yang tidak bisa dilakukan oleh kebanyakan toko musik lain yang dengan harga sama hanya dapat menawarkan satu atau beberapa lagu.

“Saya percaya MelOn merupakan terobosan bagi para pecinta musik di Indonesia. Ini merupakan cara berlangganan yang sangat menarik dan terjangkau yang memungkinkan orang memilih jutaan lagu. Kami menawarkan 30 hari gratis masa pecobaan kepada para pendatang baru untuk menikmati layanan ini, dan saya yakin hal itu akan menjadi hit bagi para muda-mudi Indonesia,” ujar Won Yong Jo, Presiden Direktur PT MelOn Indonesia, melalui keterangan resminya, Rabu (3/11/2010).

Ada beragam cara berlangganan yang dapat dipilih. Pertama, pilihan ‘Download dan Streaming tak terbatas’ di mana pengguna bisa mendengarkan dan mengunduh lagu-lagu dari PC dan terminal telepon mobil yang mendukung DRM. Karena lagu-lagu dilindungi dengan DRM (Digital Rights Management), pengguna tidak bisa meng-copy atau me-share lagu-lagu tersebut ke sembarang perangkat digital. Tetapi, bagi mereka yang memiliki perangkat yang belum mendukung DRM, seperti iPod atau Blackberry, mereka bisa berlangganan “MP3 Download” untuk menikmati lagu-lagu Non-DRM di perangkatnya (dengan jumlah lagu yang dapat di-download dibatasi). Ada juga pilihan berlangganan hanya untuk streaming saja atau juga pilihan bayar per lagu (pay per song).

Di Korea, MelOn sejatinya telah dikenal melalui situs resminya, sedangkan di Indonesia bisa diakses di sini. (srn)


Profil BSC Rental Komputer |

Posted in Beritawith No Comments →

"Komputer Seharusnya Dibundling Software Antipornografi"11.04.10


JAKARTA – Pengembangan teknologi harus diikuti dengan perilaku yang positif, sehingga unsur-unsur tersebut menjadi seimbang. Hal ini dikatakan Dr. Basuki Yusuf Iskandar, sekjen Kemkominfo di sela Indocomtech 2010.

Menyinggung masalah pornografi, Basuki mengatakan bahwa seharusnya Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) membundling komputer-komputer produksi mereka dengan software-software antipornografi.

“Kita tentunya tidak ingin ekonomi kita bagus, tapi kultur kita rusak,” ujar Basuki pada acara opening ceremony Indocomtech 2010 di Plenary Hall JCC, Jakarta, Rabu (3/11/2010).

Basuki Iskandar memberi contoh Jepang, negara tersebut memprioritaskan nilai-nilai budaya mereka terlebih dahulu baru kemudian diaplikasikan pada beragam bidang, termasuk bidang IT.

“Saya bukan ahli agama tapi kini kita butuh perangkat komputer, yang mana ketika ibu-ibu membelinya, mereka merasa aman kalau komputer tersebut dijamin tidak akan bisa mengakses konten-konten yang berbau pornografi,” kata Basuki.

Sejak bulan Agustus tahun ini Depkominfo sudah melakukan implementasi pemblokiran konten porno di dunia internet, antara lain website, blogspot, adsense, dan lain-lain.
(srn)


Profil BSC Rental Komputer |

Posted in Beritawith No Comments →